Apartemen Dago Butik (atau Dago Butik Kondotel atau Dago Butik Condotel, mereka lebih suka disebut seperti itu) adalah apartemen baru di daerah Bandung utara, Jawa Barat. Terletak di Jl. Ir. H. Juanda no. 131, di blakang McD, di seberang Pasar Simpang. Lokasinya yang cukup strategis, membuat ayah saya berminat dan kemudian membeli satu buah unit di situ.
Saya dan adik saya menempati unit tersebut, sejak November 2007 silam. Pertama kali melihat unitnya, langsung saya merasakan hal yang ganjil. Tidak ada nomor di depan pintu masing2 unit apartemen. What the hell. PELIT banget si manajemennya. ngasi nomer aja gak mau. saya langsung berpikir hal ini akan membawa masalah di kemudian hari. Maka dari itu saya berinisiatif menambahkan angka dan huruf yang saya beli di Rumah Kita BEC, seharga 14 ribu rupiah untuk huruf dan angka tersebut. Hal ini cukup membantu para abang2 delivery ketika mengantarkan pesanan saya maupun adik saya.
5 bulan awal saya tinggal, peraturan relatif masih longgar. Tamu dibantu naik ke atas, parkir gratis untuk setiap tamu, delivery diantarkan sampai ke kamar. hingga baru2 ini, tepatnya mulai tanggal 20 Juni 2008, dibuatlah peraturan yang SUCKS.
Here are the STUPID rules:
1. Tamu harus dijemput ke bawah. ga ada cerita dibantuin dianter sampe ke atas. WTF. buat apa ayah saya bayar tambahan 2,5 juta untuk fasilitas videophone??????? buat apa saya bisa liat muka orang2 yang mau bertamu ke tempat saya? dan tambah SUCKSnya lagi, pesanan delivery harus diambil ke bawah. Ini yang membuat saya dan adik saya benar-benar kesal. totally pissed off.
Ketika saya konfirmasi sama mbak2 resepsionis soal delivery harus diambil sampe ke bawah, beginilah jawaban mereka "maaf ya mba, soalnya ada beberapa penghuni yang komplain, pintu mereka diketuk orang tidak dikenal, atau delivery salah unit" dan pada saat itu juga saya langsung mengerti. itu gara2 di pintu mereka TIDAK ADA NOMOR KAMAR. polos. kayu tok. masalah kaya gini jadi ngerugiin kenyamanan yang selama ini saya rasakan. ketika saya bilang "kenapa ga dipasangin nomer kamar si mba?" dia pun menjawab "iya mba, itu opsional, terserah masing2 penghuni". WTF. sumpah PELIT abis ni yg ngelola apartemen. RESE.
2.Parkir. Awal2 masi gratis. Sekarang, 2000 per jam, 20ribu per 24 jam untuk mobil yg masuk ga pake kartu. Sekilas tampak wajar. Tunggu sampai anda mendengar cerita dari adik saya, temennya bayar 18 ribu karna 9 jam blajar di dago butik. Again, WTF. Nih ya, di apartemen Ciumbuleuit aja, parkir lebih dari 6 jam tu langsung diitung parkir 24 jam dan harus bayar 15 ribu. Helloooo, Ciumbuleuit aja NGERTI cara memperlakukan tamu mereka dengan layak. Gila aja 9 jam bayar 18 ribu. tau gitu sekalian aja bayar 20 ribu dari awal.
Pengen si, ngajak penghuni lain untuk komplain masalah kenyamanan ini. tapi saya ragu, karna di lantai saya saja, yang sudah terisi 4 dari 7 unit, cuma saya aja yang pasang nomer kamar. bete.